Minggu, 10 Desember 2017

JALAN PULANG


Jalan Pulang - 13 Desember
Jalan pulang:
seseorang menggendong buku di dadanya
membekap mantel yang basah
lalu hujan terus saja mengguyur
beramsal nyanyian yang terus berputar di sebuah telepon pintar

seperti jalan pulang
ingatan kadang bisa menikung tajam
di seberang jalan yang dingin, stasiun yang licin, dan peron kereta yang cacat oleh rasa kantuk, tubuh kita membayangkan jalan pulang seperti jalan setapak yang sempit
diapit oleh batu dan rumput liar
di bawah terang langit, jalan pulang itu gemetar
terkadang juga menjadi limbung
sesekali tertiup angin
sesekali menghilang lalu menampakkan dirinya di antara butir debu yang padat

jalan pulang
lantas membawa kita kemana?
ke rumah yang asing bagi masa depan atau masa lalu yang terkesan melankoli?
hanya kicau burung
yang sesekali melesat dan bertengger di kerapatan mulutmu
jalan pulang ini
bahwasanya jalan yang kadang membawa kita bertambah jauh, mengubah kita menjadi dekat, anak-anak yang lugu menatap lolipop, atau pekik klakson dalam hati - yang berpacu dan terbentur - terdengar bagai gesekan besi dan ngilu

jalan pulang ini mengarah lurus ke matamu, ke lidahmu, ke lehermu, ke putingmu, ke dadamu, ke pinggulmu, ke sebuah jalan yang lebih kecil, ke rahimku: pusaramu.

Jekardah, Desember 2017

Minggu, 12 Maret 2017

SALT AND VINEGAR


Sedang apa katamu. 

Tidak ada hal baru yang mesti dilakukan sepagi ini. Sekadar sesekali mengusap wajah di bawah keran air, membersihkan sisa sabun di badan, lalu bersandar di atas bahumu. Bahu yang lapang, menampung gelisah malam tadi. Aku terkenang mimpi kita tentang kain polos putih yang dikenakan seorang anak. Ia merobek gaunku, sambil berlari-lari kecil. Dari mulutnya yang mungil ia bertanya mana Mama.

Maka kami saling berpelukan. 

Di tangannya gelombang ketakutan menjalar, menyebar bagai jaring yang tersangkut di tubuh karang. Di atas keningnya ada rindu dan luapan kantuk yang belum juga selesai. Ia mendekat, meremas pundakku dan meninggalkan pesan singkat yang aneh.

"Bila Mama berdiri di dekat pintu, artinya ia pulang. Kau mengingat wajahnya seperti candu di secangkir kopi. Kau mengenali uap hangat yang buyar, warna yang pekat, dan beberapa sendok stevia sengaja ditabur di permukaan yang masih melepuh. Duduk sejenak lalu berbaliklah menghadap tembok seolah yang kau rasakan sebatas ilusi yang kerap membuntutimu semalam suntuk. Katakan saja mimpi. Kau mengenal seseorang dan ia dirimu, yang sendirian termenung di musim hujan, menyalakan lilin saat sore, merapatkan diri pada sebuah channel memasak."

Lalu kutabur benih di atas permukaan mangkuk, satu persatu ingatanku pecah dan berlendir. Aku ingin makan sendirian, menghabiskan getir cuka apel dan garam pada potongan terakhir.


djekardah, 2017

Sabtu, 11 Maret 2017

TWITTER

i
Syrian children under six years old know nothing but civil war.


ii
I think of David Bowie in different packaging every time i watch Annie Lennox's 90's video clips. But i love them both.


iii
If a waiter comes and convinces you they don't have frozen food trust me it's a lie. When something is in the freezer it's a frozen food.


iv
-Wie ist deine Telefonnummer?
-Meine Telefonnummer ist null acht dreizig xxx einundsiebzig zwenzig

-Was sind Sie von Beruf?
-Ich bin studentin. Ich studiere französische. Und Sie?


v
-Allô! Commen ça va? Ça fait longtemps que nous ne nous sommes pas rencontrés. Desolée de repondre ton émail en retard. Je n'ai pas beaucoup de temps de..... RSVP chéri, une bisou d'amour par ici


vi
La nuit était tombée. Bon j'me lève mon verre à toi!


vii
Mi mancherai


viii
Saya sakit.


djekardah, 2017 
 
 

DINI HARI


Belajarlah menunggu, hingga suatu pagi, kau bangun dan mendapati tubuhmu berhamburan.

Beberapa potong daging terlempar dekat jendela. Sisanya masih kau pegang, diabadikan di atas dadamu.

Kau menciumi aroma jantung yang melambat.

Sesekali kau berjalan, mengitari seisi kamar yang amis.


djekardah, 2017

POSTPARTUM


-freut mich

i

Anak itu akan belajar cemas. Mencemaskan kebebasannya yang terhalang sebotol infus. Di rumah sakit, ia meremas dadanya, menguliti satu persatu puting yang kering.

Ia cemas. Mencemaskan waktu yang perlahan beringsut di kamarnya. Bulan-bulan lewat begitu saja. Pernah saat ia tidur, bulan yang bosan rebah di sampingnya cemas. Mencemaskan malam yang dingin di rumah sakit akan merenggut ingatannya pada sebuah lanskap di musim salju. Anjing-anjing kelaparan. Pohon-pohon membusuk.



ii

Malam-malam panjang menuding kita kesepian. Sebab di sepetak ubin yang sempit, kita melipat tubuh masing-masing. Kita mencemaskan tulang yang retak.

Maka katamu pejamkan mata. Malam-malam menjinakkan pikiran kita. Tak ada kita, tak ada rumah, tak ada kota, tak ada rahasia, di sepanjang urat nadimu hanya denyut yang sesekali bangkit, mengaliri kehidupan di sepanjang lintasan yang tandus.



djekardah, 2017

Minggu, 02 Oktober 2016

SUICIDE


suicide isn't an option 
melainkan kematian yang kau siasati
it gives you sandwich and hell 
lantas seperti apa rasanya
seperti botol-botol yang kadaluwarsa di lemari pendingin?  

2016

PUBLIKASI YANG TAK TERCATAT


sesekali aku menjumpai seorang pejalan menampung hujan di mantelnya/ cipratan yang semula gerimis jatuh perlahan di kulit wajahnya/ kecemasan menjalar/ menavigasi/ ia menggendong payung di tangannya/ membiarkan sekujur tubuhnya menggigil dan pucat/ keriput dan kecut terekam jelas di sela-sela jari/ ia melepaskan asap rokok yang asam: aroma mesiu dan ledakan yang lama tertampung di mulutnya/ malam berseliweran di antara kami/ gugus bintang yang memanjang di sepanjang jembatan, dan cahaya kuning lampu neon mengambang di permukaan danau yang dingin/ satu-persatu anak tangga dan jalanan yang becek di pinggir kota beringsut/ lalu kemana kami akan pergi? 

Okt, 2016