Rabu, 29 Desember 2010

Astaga!

Bahkan langit akan mengutuk
Bagi siapa yang menghilangkan
Bulan malamharinya. Bahkan
Langit akan mengutuk
Bagi siapa yang pulas bersandar
Di pundak yang bukan milik kekasih
Yang sudah dibayar lunas kasihsayangnya.
Bahkan langit
Akan mengutuk bagi siapa
Yang menyebut batu pertama tujuh warna
Dan kuburbatu berundan sebagai mulut kematian
Yang menyimpan kenangan bagi yang
Hidup, keadaan bagi yang takut
Kecaman bagi yang tak merubah
Arah runcing mata senjata terhadap lawannya

2010

Senin, 27 Desember 2010

Pesan Singkat Pukul Sepuluh Malam

Hujan

tiba tiba Tuhan
menangisi bumi yang
masih tidur dekat perapian


Malam

sebab langit, Tuhan
datang dengan telapakkaki telanjang.
dituruni-Nya lembah yang panjang.
bagai udara, Dia
melayang membawa bulan
bersembunyi di bawah
selimut kerinduan

2010

Tidurmu Yaya

Tidurmu Yaya


Tidurnya naluri seorang anak
Dengan nafas panjang
Setelah ini hari
Berkali kali berlari di pinggir
Kolam mengejar bayangan sendiri

2010

Minggu, 26 Desember 2010

Alergi

Alergi


Cuaca dingin kembali datang
Setelah lima bulan pergi tanpa pamit
pada orang orang disekitar seperti lautan
Dan surat izin liburan di tengah musim
Dibuatnya bingung acak acakkan.

Cuaca dingin, saat ini
Apakah yang dapat membuatmu pergi
Kembali. Seperti lima bulan silam
Kamu kabur menyelinap di bawah
Gorong gorong rumah tikus yang kenyang
Dengan kejunya

Cuaca dingin, ini tubuhku sedang merinding
Hamper separo bulu dan rambutku
Pada berdiri. Pori poriku membesar
Dibiarkannya begitu saja keringat keluar
Tanpa mesti ada kompromi
Dan tatakrama semisal bilang
Mau pamitan cari angin.

Cuaca dingin, semestinya kamu tahu
Tentang kebiasaan alergiku yang tiap kali
Muncul saat kedatanganmu. Caladine
Di kamar sedang habis. Obat tablet
Di laci tinggal sepotong. Sisanya
Pecah jadi bubuk debu yang terbang.

Cuaca dingin, bukankah
Dulu kamu berjanji bersetia padaku
Pada orang orang terdekatku
Tak akan datang sekali pun
Waktu yang tertanda di ingatanmu
Membawamu kembali datang dengan alasan
Kamu ingin kembali

Cuaca dingin, tubuhku mulai gatal
Ini kuku baru saja dipotong dari ukurannya
Yang panjang. Ini kulit baru saja dicukur
Dari luka kering yang berdarah.

Cuaca dingin, kamu serupa kematian
Yang datang lewat gerbang perizinan
Tanpa bilang bilang
Orang orang pun kamu buat kebingungan.

2010

Sabtu, 25 Desember 2010

Matahari dan Burung yang Memakan Khuldi

Matahari dan Burung yang Memakan Khuldi

Naiklah matahari
Seperti naiknya burung burung
Yang memakan buah khuldi

Satu persatu buah itu
Tumbuh di mulutmu
Yang masih mengatakan
Cinta adalah hal dan ide
Mengenai mimpi yang paling khayal

Bahkan ketika yang betina
Datang merangkul matahari
Di pundak dan dada kirinya
Buah khuldi tumbuh perlahan
Pada lingkar puting merah mudanya

Buah khuldi itu kemudian tersenyum
Mengembangkan masing masing kemaluan
Yang lupa jalan pulang.
Membuka tubuh yang masih telanjang
Agar menjadi satu nama
Yang mengikrarkan bahwa ketiadaan
Berawal dari kepastian yang tak nyata pula.

2010

Teror

Teror


Kalau saja ada tubuh cinta
Yang masih terbang di dekat
Televisi, pasti senapan serdadu
Yang dicuri bapak tadi malam
Sedah saya tembakkan ke pantatnya
Yang tak bisa diam

Bayangkan, sudah enam acara
Gossip bianglala dilewatkan begitu saja
Padahal besok di kantor
Teman kanan kiri
Pasti ngerumpi selebiriti
Yang anu ini itu kawin lagi

Atau barangkali juga minta dicerai
Sama pasangan masing masing.
Apa untungnya kalau hidup ini
Berpisah lagi? Baru satu tahun
Tidur saling berpelukan
Merangkai rancangan baju anak anak
Menghitung banyak nutrisi untuk si bayi
Apa susahnya sekali lewat nonton televisi
Tanpa mesti diganggu tubuh cinta
Yang kemudian mesti ditembak
Lalu tewas seketika?

2010

Thallus

Thallus


-1-
Hallo!
Apakah tubuhmu masih di dalam tangkai mawar yang sengaja dipetik agar durinya mongering. Terkelupas satu persatu?

-1.2-
Hallo!
Apakah suara sesayup sunyi detelingamu terdengar berdenging mengiau seperti kucing yang tak mau mati ditikam pemiliknya?

-1.3-
Hello!
Apakah kamu suka sarapan lidah sepatu yang dipanaskan di wajan berminyak tanpa margarin tanpa keju tanpa gilingan kacang tanpa garam tanpa lada tanpa apa apa?

-1.4-
Hello
Apa yang masih kamu pikirkan? Foto telanjang bapak ibumukah? Atau perbincangan kita yang terlalu tak masuk akal?

-1.5-
Hello!
Apakah kamu mengerti dengan perkataanku sebelumnya?
Perkataan di mana tak ada pagi sedingin freezer kulkas yang baru saja didandani tukang becak yang mondar mandir mengawal penumpangnya ke pasar, ke swayalan, ke supermarket, ke gedung pernikahan, ke restoran kepiting asam?

-1.6-
Hello!
Apakah kamu tak suka perbincangan?
Apakah kamu lebih suka pertanyaan yang diam, pertanyaan orang orang bisu yang hanya memerlukan gerakan tangan, pertanyaan orang buta yang cukup mengatakan apa saja yang harus dikatakan?


-1.7-
Oh astaga!
Malam ini malam jumat yang menakutkan. Hantu hantu pasti berkeliaran. Tuhan lupa mengurung mereka jadi tahanan. Masjid masjid sepi pengajian.

Hello!
Hey kamu! Pantas daritadi diam! Tapi kenapa tak bilang?


2010

Pra dan Pasca

Pra dan Pasca


Kau percaya bagaimana
Batu mulanya menetes perlahan di kaca
Lalu menampar wajahmu hingga berdarah
Bibirmu kemudian lumer
Dan hati
Apakah akan ikut terjatuh
Luruh dari rumah perahunya
Sedang aku disini
Masih berdiri
Demi keinginan untuk masuk
Lewat jendela samping pintu rumah kemustahilanmu.
Lalu masihkah kau percaya
Tentang kegoyahan katakata
Yang sengaja dibuat berkelindan
Pada ingatan yang tiba-tiba akan menghilang
Berkumpul menjadi peledak yang
Meraung-raung. Memanggil cinta
Dan meminta doa sebagai suatu isyarat yang sacral?

2010

Rabu, 22 Desember 2010

Pleura

Atau ketika
Kita memilih menyalakan rindu
Dari tanah yang ditanak
Di dalam tungku yang menyalakan mekar mawar
Kita sepakat
Bahwa setelah Bapa dan Tuhan yang Satu
Masih ada ibu dan cintanya
Yang tak ingin
Benar-benar melupakan malam
Setelah berkali-kali bermimpi di sianghari
Mengejar anaknya
Bermain mobil-mobilan
Bermain sembunyi-sembunyi
Bermain music dan bunyian
Bermain kawin-kawinan
Sebab di antara usia yang menjadi batas waktu
Kelak kita akan dewasa juga
Dewasa memetik arti gugur bunga ditimpa tubuh angina yang gemuk
Dan selain batang yang begitu setia menjadi awal mula kejadian yang menyembulkan kita
Beserta niat ibu kita.

-Palembang, 2010

Senin, 06 Desember 2010

Mim

ini Mim
datang dari tiang alif yang panjang
dari mata bertingkap

-Sekayu, 2010

Kamis, 02 Desember 2010

Black Scarf Untuk Pecandukata

Ialah
Bapak dari dalam keyakinan
Yang kita percayai
Sebagai kemasygulan dan kemakmuran doa
Yang bertebaran di sepanjang perjalanan
Yang tak begitu saja dengan mudah
Dipaksakan untuk bersetia
Bersedia
Berlama dan berulangkali
Bertahan dari reruntuh waktu
Yang jatuh
Dan mengerat erat peluk pada
Tangan yang membawa dan
Memikul rindu yang berkembang
Dan tanpa hilang percuma


--Sekayu '10