Minggu, 30 Januari 2011

Semisal Ucapan Good Morning



Semisal suara keindahan dan suara pagi
Memanggil burung yang lindap di balik daun
Dan ranting, semisal udara ditempa
Embun dan butir air yang dingin, semisal itulah
Tujuh langit purnama muncul dari gelombang mimpi
Semisal itulah gelombang tujuh batu samudera
Menepis-nepis pantai dan pohon kelapa

Semisal air yang mengasihi asin laut
Dan licin kulit ikan, semisal danau-danau
Ditumbuhi bebatuan yang panjang
Dan karang, semisal itulah
Nama dan penghujung angka berawal dari almanac
Menyimpan banyak symbol dan menyembunyikan tekateki

Semisal apa yang kita terka
Mengenai penciptaan dan penciptanya
Maka semisal tubuh dan tangan dibolakbalik
Lalu datang kembali masamasa kekacauan yang lampau
Gunung dan api terus memompa daratan yang kering
Awan dan hujan mengisi lubang palung yang dalam
Tanah dan akar menggaligali dekat sumber
Ini bunga dan mahkota yang masih merah
Dan berbukubuku
Menelungkupkan kita yang begitu ingin dilahirkan
Lewat lorong gelap di bawah putik

dan pusar
Semisal kita nanti tumbuh
Maka semisal penciptaan awal dan akhirlah
Segala semisal yang diumpamakan
Berawal menjadi kesejatian

2011

Senin, 10 Januari 2011

The Measurement of What You Read




Engkau membaca kertas dan cahaya
Yang bersimpangan jaraknya
Antara jauh dan bentuk yang kasar
Barangkali bayangan akan menipumu
Dari balik mata yang kopong
Dan tanpa retina yang berarti
Engkau tak mungkin melihat dan merasa
Bahwa cahaya dan kertas
Tak pernah menjadi nyata

Sedangkan di depan microphone
Barusaja engkau lantangkan
Makna yang berpusing berkeliling
Apa yang sebenarnya sedang dibacakan

Serupa kekosongan
Tidak ada suatu apapun
Yang bisa dibawa menjadi bukti yang pasti
Engkau saat ini buta
Membaca segala ranah dan benda benda
Yang terkadang sederhana dan asing

2011
 http://www.ces.fas.harvard.edu/conferences/futurism/images/ppl/ScappettoneJennifer.jpg

Kamis, 06 Januari 2011

Sajak Penjual Buah

Sajak Penjual Buah


Bagaimana daun manggis itu berdarah
Kini menjadi urusan saya juga.
Tak bisa begitu dan tak bisa dibiarkan begitu saja
Tiba tiba jumlah buahnya bertambah
Tiba tiba yang putih ada sepuluh
Tiba tiba yang jingga ada enam
Tiba tiba yang merah pun jadi sepuluh

Bayangkan saja betapa ajaibnya
Yang menjadikan buah manggis itu diheran herankan
Bukanlah siapa dan apa yang nanti menjadi dampak
Dan wabah yang bakal dijangkit pada penduduk
Lanjut usia, tetapi efek pada pikiran yang dipaksa
Dan dipukul pukul sebab dikira berbahaya
Bagi siapa saja yang pernah mempermasalahkannya

"Nah kamu!
Ayo ikut saya
Ini, cobalah barang sedikit buah manggis ajaib
Konon, warnalah yang membuatnya sakti mandraguna
Segala penyakit ingatan dan bala bisa ditolak mentah
Segala keraguan segala rasa heran
Bisa dihapuskan dengan jaminan
Kamu makan ini buah manggis
Kamu dapat untung hilang segala penyakit
Saya pun dapat uang!"

2011

Rabu, 05 Januari 2011

Sebuah Renungan Berangka 00.41


Sebuah Renungan Berangka 00.41


agar kau mengerti
berdirilah di depan cermin itu.
perhatikan berapa banyak
kelahiran yang menuntut
kegelisahan dan
menukarnya dengan seputing dada
terbelah. agar kau
mengerti bagaimana perlahan
kura-kura bersembunyi diamdiam
di bawah kurungan cuaca
berdirilah di depan cermin itu.
hitung berapa lama kura-kura
mampu bertahan tanpa
kembali mengenalkan
waktu dan berjuang keras
mendongakkan kepala untuk bernafas.
mengertilah kau
bahwa ruang pun
butuh sedikit ruang lagi
agar dapat menaruh nyawa
untuk hidup bertaruh pada waktu

2011

Selasa, 04 Januari 2011

Epitaf di Tahun Sebelas

Epitaf di Tahun Sebelas


epitaf

atas nama wanita
yang sepuluh tahun silam
pernah menjadi puteri seorang adam
dan ibunya Eva,
hari ini telah berpulang
menuju rumah yang teduh
di bawah langit
di atas bumi
wanita itu digantung
demi kesaksian yang menyatakan
tak ada surga bagi anak adam dan eva
yang lainnya.
Tak ada neraka
Bagi cucu anak adam dan eva
Setelahnya. Kecuali
Kematian yang begitu lapang
Menyusut di bagian liang
Yang berpetak dan persegi.


--

Mengenang basah sesudah itu
Mengenang tanah merah
Yang melumat hancur tubuhnya
Hingga langkah ke tujuh
Adam dan Eva benar-benar pergi
Lenyap menjadi sepasang kekasih
Yang dikutuk turun menyerahkan
Wanitanya demi
Kehidupan yang berlangsung
Tanpa ada kematian
Yang terjadi berulangkali
Setelah pergolakan
Antara Tuhan dan mereka
mereda

2011