Senin, 23 Januari 2012

Tergenang di Sana




:cahaya yang kopong melintas dekat matamu

mengenai langkah yang diperhitungkan menuju hari-hari yang kelam
sebidang kekalahan dan maut yang pernah kita bicarakan
mulai menjadi laut, dan kita tergenang di sana

.





Minggu, 15 Januari 2012

K A M A R


tempat orang-orang yakin
tumbuhan akan hidup seperti kenangan


Januari 2012, Jakarta

Lebam

menulis surat adalah sekumpulan hujan yang ingin tidur di pelupuk matamu. gerimis adalah anak mereka yang kehilangan jati diri setelah bertengkar di dalam kamar. sebelum tidur, mereka tak lupa membacakan mantra-mantra untuk saling menyakiti, saling menikam.

Januari 2012

Kamis, 12 Januari 2012

Pigura





Pigura


Sebuah kecamuk datang dari balik pintu
Soerang lelaki yang kabur dengan sebuah pisau di pundaknya
Mengambil sebuah album kenangan
Berisi pigura wanita-wanita yang dinikahinya sebelum pantai reda
Dan mengamuk di kedua dadanya

“Laman cinta ini pernah ditumbuhi sebuah pohon yang kucuri dari sebuah taman. Kelupaan menghabiskan segala buahnya yang merah dan gurih. Sepasang lebah yang belajar merawat telur di bawah sayap kemudian mati.”

Sebuah kecamuk dalam ingatan berputar melewati waktu yang dituliskan lewat sebuah tangan yang ingin mencabut pisau dengan perlahan. Rasa nyeri menjadi sebentuk kue cokelat dan semangkuk puding kenyal berwarna. Dari jauh sebuah pelangi melesat cepat. Hanya bintang berekor api yang dapat dijumpai, menyerupai asap.

Jakarta, Januari 2012

Teka Teki


kalau kau tau
coba jawab beberapa teka teki
dalam bentuk lingkaran yang melingkari ruas lehermu

sebelum azan dan tirani berteriak di kubah masjid
mari tuliskan pula jawaban itu
 : serumpun doa dari hati hati yang terendam dan basah

Jakarta, Januari 2012

Sebuah Instrumen


: Kiss the Rain

sepeti harapan
angin serupa kepalsuan
yang timbul sehabis hujan meredup
di matamu

Jakarta, Januari 2012

Semarang


: mada

dan kita mesti berpura pura heran tentang gerimis yang datang pada siang hari yang begitu merindukan igau sungai pada batu pada rumah, igau angin mengering pada tiap jemuran, igau atap basah sehabis embun jatuh ke surga, bahkan igau capung dengan sepasang mata helikopter yang bersembunyi persis dekat daun jendela, daun telinga, daun ... dan daun lainnya

Januari 2012

Ippanema


bermain dalam kesepian adalah sebuah kejahatan
atau barangkali juga pesan
yang dilepaskan jarak pada mata yang seketika luntur
tanpa mesti dipanaskan

Januari 2012

Minggu, 08 Januari 2012

Sega



Semoga cinta tetaplah produk yang mesti kita olah di waktu yang dingin sebelum besok, bulan terbit lebih dulu ketimbang matahari beserta ombak.

i

Beberapakali seorang lelaki menembaki gedung-gedung dan mobil merah demi sekarung uang yang pernah ditukarnya di atas meja makan bersama semangkuk ramen dan segelas ocha dingin. Sebuah pesawatterbang terjun bebas lalu mengambil tangannya secara paksa. Dari baling-baling pesawat yang tak tahu sopan itu, munculah sepasang hantu yang mencintai topinya melebihi namanya sendiri yang dulu kerap dipanggil teman-teman sekolahnya sebagai anak bintang : turun dari langit yang masih belia.


ii

Mayat seorang lelaki dengan sepasang paru-paru baru di perutnya berkata dengan ucapan yang aneh. Huruf-huruf braille satu persatu jatuh dari mulutnya. Seekor katak yang menggelembungkan leher beserta suaranya yang pernah merdeka, berloncatan mendekati telinganya yang bosan dengan pabrik-pabrik kecil pembuat gulali. Sepotong kening yang disantukan pada kedua tangannya yang patah mulai berminyak, perlahan mencair, dan menguap.

08 Januari 2012, Jakarta

Rabu, 04 Januari 2012

Perenungan


melalui keindahan yang tiada


Dekat pohon arbey
seorang gadis duduk dan menyaksikan sederetan angin memeluk wajahnya yang lembab
Dilihatnya langit yang kedinginan
Hujan dan gerimis turun dari bukit

Dari tangannya nampak garis-garis yang pucat
Penuh harapan
Jalan pulang selalu memanggil
dalam ingatan. Dari mimpinya yang kadang-kadang datang dengan sepotong kue salju
Ia saksikan sebuah kompor menyala
Semangkuk derita yang gugur perlahan tepat di atas hidungnya yang berdarah
hampir matang, hampir beku

Matanya yang menjerit kelihatan lelah

Kemudian ia melangkah
menjauhi malam yang menyatukan waktu dan sunyi
Dari jiwanya yang diam
Matahari terbit

terbakar menjadi buih-buih yang ingin dilerai
Sedang jiwa yang kosong
Hanyut, namun tak pernah tiba di pantai
                : rumah yang dulu disebutnya tujuan

Seorang kekasih dari sebuah tikungan
berlari menuju puncak pundaknya yang tuli
Menyeru dalam halusinasi
Dinding dan seekor cicak bermain musik
Sebuah kaca yang memantul dekat jendela
tersenyum dan kembali memantulkan apa saja

Seorang gadis berlari tanpa membawa diri
Dari langkahnya muncul sebuah kantung celana robek
Cahaya mulai masuk menusuk kulitnya yang sampai saat ini
masih merindukan pesanan kerinduan cepat saji
yang bermukim di jantungnya yang angker

“usia tak mungkin
hanya sampai pada kematian”

04 Januari 2012, Jakarta

Senin, 02 Januari 2012

Sebuah Petunjuk yang Harus Kaugunakan



: Gan

Membenci cinta berarti membiarkan kukumu tak bisa tumbuh dengan warna putihnya. Waktu memakan usiamu, di bawah kulit yang setengah mati, kau menjadi tua. Besi, pintu rumah, televisi, dan meja kaca akan tetap diam. Mengetuk jiwa mereka masing-masing. Membuka kepala untuk berbicara dengan bahasa yang dulu pernah kau terka sehabis mandi.

Memberi cinta artinya menanam padi dekat lereng. Seorang petani turun dari tidurnya. Menghafal doa-doa baru bagi air, hujan, batu, dan hatinya yang kemarau. Ia berkata sesuatu, namun anaknya yang memiliki luka di gusi tidak bisa ikut berkata. Mengunci mulut dan pita suara adalah harta selama tujuh tahun yang ditimbun di dalam tenggorokan. Lalu seekor jangkrik keluar dengan nyanyian yang membangunkan seorang anak yang baru saja tidur dengan lolipopnya. Bahkan ia mesti melupakan seorang ibu yang dulu bergelut dengan bumi demi kepala dan sekantung darah yang mengalir di sekujur tubuhnya.

Memasuki cinta artinya merendam kedua kaki pada kolam. Ikan-ikan gemuk dan bergigi berenang-renang. Mereka siapkan pusaran air kecil dan menyakitkan. Malam dan siang turun, kereta dan kuda berjalan, waktu akan hidup, dan nama merupakan kesialan bagi harapan yang gagal bertahan.

Maka cinta adalah segala hal yang tak bisa putus di tangan pisau. Sekali pun segala kejahatan masuk kembali dalam mimpi, dan kebaikan layu di ujung tangkai. Mengenai cinta adalah catatan mengenai apa yang dikatakan oleh mereka tidak akan pernah dikalahkan meski laut dan pantai tidak lagi mengajak sepasang kekasih berciuman, meski laut dan awan menjauh dari matahari dan nyala kemerah-merahan.

Jakarta, Januari