Rabu, 31 Oktober 2012

Races Bois Boulogne, 1867

oleh : Edouard Manet


kuda itu
berpacu di dalam langkah
lindap dekat senyummu

kuda itu
ada banyak keyakinan yang mekar
di jantungnya. darah mengalir menjadi
air

kuda itu
pada lurus jalur yang mengawasi bagaimana
ia berpacu, terkepung bersama debu
berkelahi dengan perasaannya 
yang cemas

harap berharap muncul
dari sorak dan pengendali yang juga 
ikut luput dengan debu
agar pecah dan ditinggalkan

kuda itu 
seperti berpacu 
dengan detak dan denyut
yang sembunyi

hanya ia 
dan mereka yang berani merekam
sekawanan yang beringas
:buta di antara sorak yang tumbuh
demikian begitu gaduh

kuda itu
yang datang berpacu dengan matahari
:matang di atas
"katakan, bila terbakar dan susut
kuda itu
perjalanan kita berpendar
perlahan meredup
hanya manis sebelum waktu"

2012

Sabtu, 27 Oktober 2012

Sebuah Telur yang Kedinginan, Nanti...

:mas gan

membayangkan tubuhmu 
setengah mati


enam puluh tiga tahun
sebuah risalah gaib
seperti mengatakan
enam puluh tiga tahun
adalah nomor urut saku
persis seperti lorong-lorong kecil
tanda guratan
dekat sekali dengan mata

empat tahun mendatang
:
hei nona
jangan menangis
ini hujan
sudah lama gerimis

waktu langit besok memerah
sebuah telur yang kedinginan dalam wajahmu
akan menetas dan merasa asing
dalam gigil tubuhnya yang terbakar

2012

Kamis, 25 Oktober 2012

Lontar


apa yang menjebakmu di sana
sebuah pisau panjang berkali-kali
menyenggolmu, lalu berlari
menunjuk satu sisi dekat dagumu
melahapnya dengan rasa kantuk dan cemas

ia berlari
menikung dari balik pintu
dan tersandar sendirian
menunggumu kembali menengoknya
dari sudut mata
kembali terasah

sebab yang membuatmu terjebak di sini
sebuah jalan yang girang
memelukmu dari sisi terjauh
menelanmu dengan tubuhnya
mengalir
dan menyatakan, ingatanmu
adalah kekasihnya yang gampang marah
memukul-mukul dahinya
kebetulan tak bisa bening lagi

atas apa yang menjebakmu di sini
sudah sampai
ketika apa yang mesti kau genggam
memotong batinmu yang pecah
dan gemetar
ketika kedinginan menjadi rumah
kelak mengawasimu lewat samadi
ruh tangan yang tak sampai

2012

Tinggal Setengah, Tinggal Separuh


:sapardi 

jangan kau bayangkan
matahari itu
menjadi pertanda
yang membelah ingatan,
kepala, serta tubuh kita,
lalu membuangnya jauh ke sungai

namun siapa yang tahu
dengan membayangkan
meski dengan semua yang kita miliki tinggal setengah
"aku minta milikmu yang separuh itu"
padahal tak ada yang akan menjadi setengah
pun separuh

jangan kau bayangkan
demikian sedikitnya tubuh kita
demikian kurangnya ingatan dan kepala ini
terkadang membayangkan apa saja
kepada dirimu, lalu untuk kita
setengah dan separuh itu
memiliki perjalanan yang panjang
bermuara pada kita
sepenuhnya menyatu

2012

 

Sabtu, 20 Oktober 2012

Techno Remix


wajahmu yang dicintai banyak orang

Remix 1

bintang kecil
gemerlapan
bagai tungku panas di wajahmu


Remix 2

sebab ada sebuah melankoli
berkali-kali memantul di depan kaca
merebut wajahmu


Remix 3

menusuk wajahmu dengan lancipnya
dengan kenangan yang merusak ingatan
wajahmu bagaimana menjadi lebih
cantik, lebih cerah, atau juga pilu
diterpa angin yang setia hinggap
di wajahmu (menelurkan kesetiaan yang baru)
selepas sangsai gerimis malam hari
berloncatan - kemudian
menjadi bintang - wajahmu tak
pernah padam!

2012

Neny

: N.R.

suatu kepedihan
atau pun kehidupan yang berputar di kepala kita
menjadi berat, menjadi sekilas seperti beban
yang kadang kita tarik, kita lindungi dengan
ucapan sayang : sayang yang tiba-tiba
mejadi suatu bingkisan berwarna pink

suatu kepedihan
melalui pandangan yang berat menuju
bangunan tinggi di samping kita
barangkali di sanalah seharusnya
suatu kepedihan
berada di tempat paling kecil yang merendah

sore ini
dengan berbagai kepedihan
bukan saja membuat kita berpikir
dari mata yang tak pernah bicara
dari tangan yang terus berlari
menuju stasiun
tempat kepedihan saudara kita yang ditindas
di bawah rel-rel
menjelma kebisuan dan air mata
bagi dirinya dan kebanyakan Barata

dengan kepedihan
selalu saja dari hati kita
meraung dalam suaranya yang kecil
merobek pipinya yang kenyal
meminum darahnya, demi sebuah
kejayaan yang diam-diam tetap hidup
dan tersakiti

kemudian kepedihan
dihasilkan dari nyawa panjang
mereka yang bergerak
dan mereka yang tidur dengan nyaman
dalam kegelapan paling dingin
sebuah kepedihan bertambah tumbuhnya
menjadi mawar cantik
:

di sini, aku mulai teringat
kepedihan itu
menjadi indah di dekatmu
ia tumbuh seperti kita


2012