Minggu, 02 Oktober 2016

SUICIDE


suicide isn't an option 
melainkan kematian yang kau siasati
it gives you sandwich and hell 
lantas seperti apa rasanya
seperti botol-botol yang kadaluwarsa di lemari pendingin?  

2016

PUBLIKASI YANG TAK TERCATAT


sesekali aku menjumpai seorang pejalan menampung hujan di mantelnya/ cipratan yang semula gerimis jatuh perlahan di kulit wajahnya/ kecemasan menjalar/ menavigasi/ ia menggendong payung di tangannya/ membiarkan sekujur tubuhnya menggigil dan pucat/ keriput dan kecut terekam jelas di sela-sela jari/ ia melepaskan asap rokok yang asam: aroma mesiu dan ledakan yang lama tertampung di mulutnya/ malam berseliweran di antara kami/ gugus bintang yang memanjang di sepanjang jembatan, dan cahaya kuning lampu neon mengambang di permukaan danau yang dingin/ satu-persatu anak tangga dan jalanan yang becek di pinggir kota beringsut/ lalu kemana kami akan pergi? 

Okt, 2016

DEAR EROSS

: adolf aleksander eross

saya menulis nama diri dalam sebuah kamar/ dinding yang pucat menarik dirinya pagi ini/ ide-ide berloncatan/ berhamburan dan membenturkan tubuhnya bagai laron yang mengepung cahaya/ pada musim penghujan/ saya menulis nama diri/ nama-nama tahun yang lewat/ satu persatu mengganti baju/ menghitung kancing yang lepas begitu saja/ dalam saku baju dan celana dalam


Okt 2016

Rabu, 29 Juni 2016

BONJOUR À TOUS


"air menggenang di dadaku
pagi yang dingin di halte merapat perlahan
sekitar lima menit yang lalu"

seseorang mengusap kubangan air
diambilnya setengah
lalu dipercikkannya satu-persatu ke dada

di sebuah halte
hujan yang berat mengalir
di sepanjang jalur pemberhentian
seseorang merekam derap langkahnya
yang dingin, sambil menghitung
berapa lama bintang di kepalanya
berpindah ke langit

ini hari ke sekian
ketika yang ditemuinya setumpuk daun yang menimpa bumi
ulat-ulat bergerak
membikin rumah
dan bertelur


2016

Selasa, 28 Juni 2016

OPENLY STATED


confesser, déclarer, avouer, constater, dire la vérité ...


I
di atas meja kerja yang kekal adalah bercak yang mengering di permukaan kayu yang licin. kita sepasang orang asing yang bertemu, bernapas panjang, dan menjelma getir rumput liar di musim panas. 

II
begini sayang, ada kalanya secara bersamaan saya jatuh cinta dan ketakutan setengah mati pada kilatan cahaya sore hari yang mengembang dengan buas dari poros matamu.


Jekardah, 2016

Senin, 27 Juni 2016

PULANG


I
rumah saya di sini, tepat di runcing alismu
rumah saya di sini, tepat di kedalaman bola matamu
rumah saya di sini, tepat di rongga mulutmu 
rumah saya di sini, tepat di lipatan lehermu
rumah saya di sini, tepat di keluasan pundakmu
rumah saya di sini, menukik tajam di punggungmu
rumah saya di sini, menetap di urat pinggulmu
rumah saya di sini, tepat di lingkar pusarmu
rumah saya di sini, dimana semua kehidupan berawal
mulanya hanya ikan
berenang-renang di sepanjang kancing bajumu
mendekam 
dan menggeliat di sekujur tubuhmu

II
seseorang ingin pulang ke rumahnya. berdiri di muara pintu dan menunggu seseorang yang lain membukanya. seseorang itu membiarkan waktu memilikinya sementara, merebut fantasi-fantasi di kamar tidurnya.  


Jakarta, 2016


Minggu, 26 Juni 2016

5pm

Jurnal #1

Betapa dulu begitu besar keinginan saya untuk menikmati setiap waktu sendirian. Duduk di atas tempat tidur. Mengenakan dress bergaris hitam putih seperti seorang tahanan yang terkurung dalam rutinitasnya. Beberapa kali sempat saya berpikir untuk benar-benar mampu menenggelamkan diri di hadapan sebuah monitor laptop sambil menyimak sebuan artikel panjang berbahasa Inggris atau Prancis. Perlahan menghabiskan secangkir teh hangat pukul lima sore. Lantas ketika itu saya teringat seorang teman. Di kepala saya 《je trouve qu'il a des allures de stéréotype par rapport aux uns et aux autres. C'est la chose un petit peu choquante》. Katanya, di London orang-orang berkumpul di street café sekadar menikmati secangkir teh, mengunyah biskuit, lalu membicarakan keluh kesah akan Brexit. 


: Advanced Falconry - Mutual Benefit 🎧

2016

Sabtu, 25 Juni 2016

MENGHADAP JENDELA


 

Kadang kau kecup jendela ketika hujan
Mulanya hanya gerimis, jatuh perlahan di tengadah tanganmu


2016