Sabtu, 11 Maret 2017

POSTPARTUM


-freut mich

i

Anak itu akan belajar cemas. Mencemaskan kebebasannya yang terhalang sebotol infus. Di rumah sakit, ia meremas dadanya, menguliti satu persatu puting yang kering.

Ia cemas. Mencemaskan waktu yang perlahan beringsut di kamarnya. Bulan-bulan lewat begitu saja. Pernah saat ia tidur, bulan yang bosan rebah di sampingnya cemas. Mencemaskan malam yang dingin di rumah sakit akan merenggut ingatannya pada sebuah lanskap di musim salju. Anjing-anjing kelaparan. Pohon-pohon membusuk.



ii

Malam-malam panjang menuding kita kesepian. Sebab di sepetak ubin yang sempit, kita melipat tubuh masing-masing. Kita mencemaskan tulang yang retak.

Maka katamu pejamkan mata. Malam-malam menjinakkan pikiran kita. Tak ada kita, tak ada rumah, tak ada kota, tak ada rahasia, di sepanjang urat nadimu hanya denyut yang sesekali bangkit, mengaliri kehidupan di sepanjang lintasan yang tandus.



djekardah, 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin